About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Jumat, 15 November 2013

“Kembalikan Senyumku Tuhan…” Part 10



“Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 10

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012

"tadi mas Dennis bilang, mau tunggu mbak esha aja, biar mbak esha.nya nggak keburu-buru..", jawab mbak sulis.
"shiipp.. Kalau begitu.. Oiya mbak tolong ambilin charger laptop ku dunk diatas meja itu", pinta ku sambil menunjuk kearah meja kerja ku.

Selang beberapa menit aku keluar kamar..
"maaf nies lo nunggu lama.. Hehe", sapa ku.
"nggak papa.. Itu kan udah jadi kebiasaanmu..gimana kita berangkat sekarang??", tanyanya.
"yupz... Yuk", jawab ku.

Dennis memacu mobilnya kearah pantai.. Aku bingung bukannya kami mau ke airport.. Kenapa jadi kepantai", pikir ku.
"nies.. Ini kan jalan kearah pantai.. Mau ngapain kita ke pantai??", Tanya ku.
"hmmm... Nggak papa kan kalau aku ajak kamu kepantai bentar?? Jam berapa kamu standby??", tanya Dennis pula.
"hm,..ok dech kalau gitu, yang penting jam 9 aku harus udah ada di airport,.. OK!", kata ku.
"okey... :)", jawab Dennis.
Entah apa yang mau dilakukannya disana..karena pantai itu tidak begitu jauh dari rumahku, 15 menit kemudian kami sampai..
Sesampainya disana Dennis berlari kearah tebing yang biasa dia gunain untuk nenangin diri,  dulu...
"Dennis kamu mau kemana??? Tungguin aku donk!!?",teriak ku.   
dia tak menghiraukan ku,, dia terus berlari menaiki tebing itu,,, "hhh.. Mau ngapain sich dia pakek naik-naik keatas situ", pikir ku.
"hhhh... Kamu mau ngapain diatas sini???", tanyaq.
"udah lama banget rasanya kita nggak kesini ya sha???", kata Dennis.
"hahahaha... kita??? Loe aja kalie.. Aku sich kadang masih nyempetin kesini kalau aku lagi kangen kamu", jawabku.
"apa?? ulangin?? Kamu kangen aku?? Seriously??", tanya nya.
"uhhh... Menurutmu???hahahha..", jawab ku  sambil berlari..
"eh mau kemana,, awas ya kalau ke tangkep", teriaknya mengejar ku.

Tanpa ku sadari kami sudah terlalu lama bermain-main dipantai, dan jam pun menunjukkan pukul 08:30 WIB, aku terkejut dan kami pun bergegas menuju airport.
"Dennis,, please demi Tuhan, pelankan mobilnya.. Aku nggak suka ini!!!", teriakku pada Dennis.
"aku nggak bisa pelan, aku yang ajak kamu mampir ke pantai, dan itu artinya aku yang akan bertanggung jawab kalau kamu ketinggalin pesawat.. Eshaa.."jawabnya.
"tapi aku nggak suka kamu ngebut.. Aku mohon pelankan kemudimu atau kalau tidak aku bakalin lompat dan aku nggak akan sampai airport untuk selama-lamanya.. Aku mohon pelankan Dennis.. Aku takuuuut!!!!", teriakku lagi
sampai akhirnya dia mau mendengarkan kataku, sesekali dilihatnnya muka ku yang mulai terlihat pucat karena ketakutan.
Dia menggenggam tangan ku dengan kencang, ku lihat matanya berkaca..
"maaff.. Maafkan aku,, aku lupa.. Please tenanglah, aku akan pelankan mobilku", katanya memohon.
"e..emm.. Jalanlah liat kedepan dan kemudikan mobilnya dengan benar, aku tak apa..", jawab ku pula.
Selang beberapa menit kemudian kami sampai di airport, kami langsung menuju loket administrasi.
"hati-hati ya..", pesan Dennis.
"he.emt,, kamu baik-baik disini", jawab ku.
Ku berjalan meninggalkan Dennis, karena sebentar lagi pesawat ku akan berangkat.
"ehmm.. Sha,.....(menarik tangan ku dengan lembut).... Makasih ya,,, buat yang tadi", kata Dennis menghentikan langkah ku.
"(aku tersenyum)... he.emt, sama-sama", jawab ku.
"Ya Tuhan kenapa rasanya hati ku begitu berat meninggalkan senyum manis itu...hhh", pikir ku.

Ku pandangi wajah Dennis yang semakin samar dari kejauhan.. Huh..belum sampai rasanya aku udah ingin pulang lagi..
Tak ku sadari aku tertidur, dan kira-kira setengah jam kemudian aku sampai di Airport daerah Jakarta.
Disana telah menunggu Rio, yang dari tadi memang telah menanti kedatangan ku.
"siap untuk pulang Nona??",sapa Rio
"iya...", jawab ku.
ternyata Rio sudah memesankan sebuah bungalow di deket rumah dinasnya..
Aku segera  merebahkan tubuhku diatas kasur.. Hufftt lelah sekali rasanya..
Tak ku sadar.. Aku terlelap..

Semarang, pukul 18.00 WIB.,,

hahhhh..!! Udah jam 6 aja.. Aku terbangun dari tidurku.. Ku lihat ada 3 message di BB ku..
...pesan 1 : "Yankkk.. mandi dulu udah sore ini.. Entar aku jemput, kita makan malam bareng.." kata Rio (1 jam yang lalu).
...pesan 2 : "Yank.. Udah mandi kan?? Siap- siap gii.. bentar lagi aku kesitu...", kata Rio lagi.
...pesan 3 : "Sha.. Jangan lupa maem ya.. Jaga kesehatan.. Ati-ati disitu, lusa aku berangkat ke Australia.. Makasih ya buat yang kemarin :)", dari Dennis (2 jam yang lalu)..
Aku tercengang saat membaca pesan dari dennis.. segera aku tekan tombol dial telp ku untuk menelpon Dennis..
Tuttt... Tuuutt (nomer yang anda hubungi sedang tidak aktif.. Atau sedang berada diluar jangkauan service arya..)", suara operator.

Aku mulai cemas,, aku fikir dia urungkan niatnya untuk pergi.. Tapi kenapa??, dalam hati ingin rasanya aku segera pulang.. Tapi tak mungkin, aku baru sampai..
...tok tokk (suara pintu).
"..Yankk.. Buka pintunya, ini aq Rio", terdengar suara Rio dari depan..
Aku segera berlari menuju pintu..
".. Kok belum siap sichh.. Tadi kan aku dah bilang kalau kita makan malam bareng..", keluh Rio..
Aku masih dengan lamunanku tentang Dennis.. raga ku disini.. Tapi pikiran ku ada pada Dennis..
Melihatku bengong.. Rio semakin kesal..
        "Yankk!!.. Kamu kenapa sich?? Ada masalah apa?? Kenapa bengong??", tanyanya kesal..
Ku buyarkan lamunan ku... Hufft..
        "..e.. E iya.. Iya aku siap sekarang, bentar ya.. Maaff tadi aku ketiduran yankk.. ini tadi juga baru bangun.." , jawabku terbata
Rio memandang ku sedikit curiga, entah apa yang terfikir olehnya.. Aku segera berlari kearah kamar mandi..untuk prepare..

15 menit kemudian..
"yookkk.. Berangkat". Ajak ku..
Tetep Rio tak menjawab, pandangannya tajam tertuju padaku.. Ku sadar dia menggenggam ponsel ku..
".. Hhh ya Tuhan jangan-jangan Rio membaca BBM dari Dennis tadi..". Pikir ku dalam hati.
Aku mulai cemas bercampur bingung, ku beranikan diri untuk bertanya..
"sayankk.. Kamu kenapa?? Jangan melihat ku seperti itu.. Aku takut.. Kamu masih marah karena aku nggak tepat waktu??", Tanya ku mencoba mengalihkan pembicaraan..
"cukuuup!!! Jadi ini kan,, ini yang buat kamu tadi acuhin pesen ku, dan melamun saatku bertanya?? Hahh!!", teriak Rio membentak ku..
aku tersentakk.. Tak pernah ku lihat Rio semarah ini sebelumnya...
Aku mulai menangis... Aku ingin menjawab.. Tapi mulut ku rasanya terkunci,
"jawab.. Jangan menangis.. Aku ingin jawabanmu,, bukan airmatamu..", bentak dia lagi (kali ini dia mulai memperlakukanku dengan kasarr)
dalam hatiku terasa begitu sakit.." Ya Tuhann, kenapa Rio jadi sekasar ini?? Bukankah aku tak melakukan apapun atas pesan Dennis tadi, tapi kenapa dia bisa semarah dan sekasar ini padaku..".
Aku berteriak kesakitan..
"ahhhh.. Ampun yo.. Ampun.. Aku nggak melakukan apapun.. dia hanya memberi tauku tentang keberangkatannya, lantas apa salahku", jawabku sambil menangis..
".. Apa?? Kamu bertanya apa salahmu?? Kenapa?? Kenapa kamu nggak minta ijin ke aku sebelum ketemu dia?? Hah??", jawab Rio lagi dengan kasarr.. Dia kembali memukulku..
"ahhh.. Sakiit yoo.. Sakit", rintihq..
"jawab!!.. Kamu ketemu dia kan sebelum kamu berangkat kesini tadi?? Hah?? Kenapa?? Kenapa nggak minta ijin dulu ke aku?? Kamu anggap aku ini apa?? Dengan gampangnya kamu ketemu cowok laen, dibelakangku??", teriakk Rio lagi..
Aku hanya terus menangis.. Aku sadar kalau aku salah.. Tapi lagi-lagi hatiku berteriakk.. Kenapa Rio berubah jadi sekasar ini.. Seumur-umur rasanya baru kali ini dia seperti ini padaku.. Kenapa jadi bengis dan tega padaku..
                                                               
Rio meninggalkan ku dengan kekesalannya.
Aku hanya bisa teruss menangis.. Ku tahan sakit akibat luka lebam di tangan dan muka ku..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar