About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Jumat, 15 November 2013

“Kembalikan Senyumku Tuhan…” Part 11



“Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 11

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012

ddddttt.. Tlutttt.. Tluutt.. Ponsel ku berbunyi.. (Dennis.. Memanggil)
spontan aku langsung mengangkatnya..
"hallo sha.. Kamu nggak apa-apa kan?? Maaf tadi hape ku low.. Jadi nggak aktif", kata Dennis..
"iya aku nggak apa-apa.." jawab ku mencoba menutupi semua ini..
"kamu nggak bohong kan.. Kenapa suaramu parau.. Kamu lagi nangis??", tanya Dennis cemas..
"aku nggak kenapa-napa niis.. Aku baik-baik aja.. Suara ku, mungkin ini karena aku lagi pilek sekarang", jawabku lagi..
"Ohh.. syukurlah kalo emang cuma karena pilek.. Buruan minum obat, aku nggak mau lihat kamu sakit..", jawab Dennies..
"oiya.. Sekalian aku pamit ya.. soalnya lusa aku nyusul Davien,, pesanku udah masuk kan?", tanya Dennis.
"heem.. Iya udach.. Makannya tadi aku coba buat hubungan kamu,, kamu ati-ati ya disana, jaga kesehatanmu..", jawab ku menahan tangis..
"ok.. Kamu juga". Jawab Dennis lagi sembari menutup telpnya
Tangis ku semakin jadi.. Ya Tuhan,, ternyata Filling Dennis pada ku masih begitu kuat... Aku tau dia bisa merasakan.. Tapi tak mungkin ku ceritakan.. Itu hanya akan memperkeruh keadaan dan membuatnya cemas saja..
malam ini aku tidur,, menahan sakit disekujur tubuhku..

2 hari kemudian..

Aku teringat Dennis.. Hufftt pasti dia udah berangkat sekarang..
Aku liat indahnya pantai ini.. Mengingtkan ku kembali akan pantai itu.. Ya.. Pantai kenangan ku bersama Dennis..

1 minggu kemudian..

Berlalu.. Sejak malam itu.. tak ada kabar dari Rio..
Hanya sesekali ada kiriman makanan.. Dari waiterss.. Aku tau itu darinya,, dan aku tau bagaimana cintanya masih begitu kuat untuk ku.. dan kejadian malam itu... Ahh sudahlah, mungkin itu karena dia terlalu takut kehilangn ku", pikirku dalam hati.

Hari-hari ku disini ku habiskan untuk kerja kerja dan kerja..
Malam itu aku pulang bersama salah 1 kawan kerja ku..
Sebut saja Zeo namanya.. Ya.. Fahzeo Rahmadi, salah 1 koki desert di hotel tempat ku bekerja.. Dia lah temanku selama di Jakarta.. Orangnya kocak.. Selalu bisa membuat ku tertawa lepas..

Ku lihat faviliun Rio masih terkunci.. Huhm mungkin dia belum pulang pikir ku..
Selang beberapa jam.. ku lihat mobil Rio memasuki pekarangan..
Syukurlah dia sudah pulang.. Tanpa berlama-lama.. Aku bergegas.. Untuk ke faviliunnya.. Aku rindu padanya.. karena kesibukan masing-masing kami jadi jarang bertemu walau.. Faviliun kami hanya selangkah..

Ku ketuk pintu kamarnya.. Tokk tokk tokk..
"iya sebentar..", jawab rio dari dalam.
"haii..", sapa ku dengan senyum.
Rio terkejut, dia nggak nyangka kalau aku yang datang, karena sejak malam itu kami memang lost contact..
"syankk.. Kamu??". Jawabnya sambil memeluk ku spontan..
"maafin aku.. Malam itu aku.. Aku nggak bermaksud buat gitu ke kamu.. Aku..hh", katanya lagi sambil menangis.
"ssssst... Sudahlah.. Aku nggak marah kok.. Aku ngerti, aku tau kamu kayak gitu karena kamu begitu takut kehilangan ku..iya kan", jawab ku.
"he.emmtt..", jawabnya mengangguk. Dia kembali memeluk ku.. dan tanpa ku sadar airmata ku punn ikut menetes..
Ternyata benar apa yang ku rasa..

Sejak hari itu hubungan kami kembali membaikk..
Hari-hari ku kembali ku lewati dengan senyumm..
Hanya 1 yang ku rasakan berbeda dari diri Rio, ya.. Dia semakin protektif..
Dia melarang ku ini itu.. dan yang membuat ku sedih dia juga melarang ku berteman dengan Zeo..
Huhhhftt Ya Roobb.. Kenapa ini.. Dia dulu tak seperti ini..", keluhku dalam hati.

1 bulan kemudian..

Ternyata tak seindah yang ku kira.. Sebulan bagaikan setahun di neraka disini..
Rio kembali memperlakukan ku dengan kasar setiap kami bertengkar hanya karena masalah kecil sekalipun..
Ya seperti malam ini..
Dia melihat ku diantar pulang oleh Zeo..
Tanpa berkata apapun dia langsung memukul ku.. Mencaci ku sesuka hatinya tanpa berfikir apakah itu menyakitiku atau tidakk..
Setelah dia puas.. Mencaci dan memukulku.. Seperti biasa dia tinggalkanku dan esoknya meminta maaf.. begitu seterusnya..
Sedangkan aku tak bisa berbuat banyak.. Aku tak mau membuat siapapun khawatir akan keadaan ku disini..

Zeo selalu bertanya kenapa muka dan badan ku sering terlihat lebam.. dan aku hanya menjawab itu karena terjatuh..

Sampai pada suatu ketika.. Zeo melihat kejadian naas itu.. Dimana Rio meluapkan emosinya saat pertengkaran hebat kami malam ini,.
Zeo berhasil menyelamatkanku.. Dari amukan rio.
Keadaan ku malam itu kritis.. Zeo membawaku ke RS terdekat.. Aku mengalami pendarahan dikepala ku karena benturan keras tadi..
Zeo cemas.. dia bingung mau menghubungi siapa..Karena dia nggak punya satupun nomer keluarga ku..
Dia menemukan BB-ku dalam saku celana ku.. Dilihatnya ada nomor Kak Alfa, tanpa pikir panjang dia langsung kasih kabar ke Kak Alfa..

Jakarta, 13 Maret 2011..
"sha.. Kamu udah siuman?? Syukurlah..", kata Zeo masih dengan muka cemasnya..
"Zeo.. Aku dimana?? Ahh.. Kenapa kepala ku sakit sekali..", jawab ku dengan lemah..
"jangan bangun dulu sha.. Keadaanmu masih belum stabil.. Kamu belum boleh banyak gerak", jawab Zeo.
"kemarin kamu dan Rio berantem hebat.. Dan..", Zeo nggak meneruskan kata-katanya karena tiba-tiba datang seorang pria yang menerobos masuk..
Ya.. Itu Bang Alfa dan Imel.
"Sha.. Kamu kenapa.. Kenapa keadaanmu seperti ini", Kak Alfa mulai cemas..
"kenapa Kakak bisa sampai sini.. Siapa yang kasih tau Kakak?? Aku nggak kenapa-napa kak..", jawab ku.
"ini kebiasaanmu sha.. Kamu selalu bilang kamu nggak kenapa-napa ke kakak. lihat dirimu terbaring lemah dengan infus dan segala macemnya ini kamu masih mau bilang kamu nggak kenapa-napa?? Hah??",  tanya Kak Alfa bertubi..
Aku hanya diam dan menangis..
"Udahlah Kak.. Buat apa marah-marah.. Kasihan esha nya..", sahutt imel pula.
Aku tetap diam.. Aku bingung mau berkata apa ke Kak Alfa.. Aku tau akan betapa murkanya Kak Alfa kalau dia tau kejdian yang sebenarnya..
Dia akan menghabisi Rio..
Ku pegang tangan Zeo yang sejak tadi seakan ingin menceritakan semuanya..
Melihat kediamanku.. Kak Alfa semakin cemas.. Ditariknya tangan Zeo.. Keluar dari kamar..
"Kak.. Kakak  mau ngapain!??", teriakku..
Aku tau Zeo pasti akan ceritakan semua.. dan aku hanya bisa terdiam sambil menangis dipelukan imel, aku peluk erat dia.. dan ku tak tahan lagi.. Ku ceritakan semua padanya..
Dan diapun ikut menangis melihat kondisi ku..
"aku bener-bener nggak nyangka sha.. kalau Rio bisa setega ini sama kamu.. Setau ku dia sangat mencintaimu.. Tapi ternyata cintanya padamu membuat dia berubah jadi seorang yang protektif berlebih..", jawab Imel.
"protektif  berlebih???!!", tanyaku tak mengeerti..
"iya.. Dia saikoo... saking takutnya dia kehilangan kamu.. Dia jadi saiko.. seorang penderita saiko.. Akan melakukan apapun yang dia suka.. kalau dia sudah merasa terdesak.. Termasuk menyakiti orang yag dia sayang sekalipun".. Jawab Imel menjelaskan..
Aku kembali menangis.. Dalam benakku untuk kali ini takkan ada lagi maaf untuk Rio.. Aku benci dia mell", jawab ku sambil menangis.
"kenapa sha.. Sudah selama itu.. Kamu nggak pernah cerita pada kami?? Jangan bilang kalau kamu nggak mau buat siapapun khawatir.. Aku nggak suka dengarnya", kata imel.
"kamu tau.. Apa yang akan terjadi pada Kakakmu setelah ini.. Dia bukan hanya akan memarahimu.. Tapi dia juga akan membunuh Rio.. Sha.. Menyembunyikan semuanya darinya itu bukan mengurangi masalah.. Tapi malah memperkeruh keadaan.. Kamu tau ndiri kan bagaimana sayangnya dia ke kamu.. Bagaiamana tak sukanya dia saat melihatmu tersakiti bahkan sampai menangis..?? Kamu lupa apa yang dia lakuin ke Dennis beberapa tahun yang lalu??", imel melanjutkan kata-katanya.
"aku, tau mel.. Makannya itu aku nggak mau cerita apa-apa ke Kak Alfa..", jawabku menangis..
Imel pun ikut menangis. Di peluknya lagi aku..
Tiba-tiba zeo masuk dan bilang..
"Sha Kakak mu marah besar.. Dia pergi dan bilang kalau mau cari Rio..", kata Zeo cemas..
"apa!!!.. Kamu ceritain ke Kakak ku yo??", Tanya ku.    
Aku bingung.. Kalut.. Aku nggak bisa bayangan apa yang akan terjadi setelah ini.. Imel meminta Zeo menyusul Kak Alfa.

Seperti apa yang ku takutkan.. Kak Alfa memukul Rio tanpa bertanya dan berkata apapun.. Untung ada Zeo, dia berhasil menenangkan Kak Alfa.. dan akhirnya Rio dijebloskan ke dalam penjara..
Dan Zeo sebagai saksinya.
Aku nggak bisa berbuat apa-apa saat itu.. Karena keadaan ku saat itu yang nggak memungkinkan..

Akhirnya kabar itu terdengar oleh Davien..
Davien sengaja balik ke Indonesia.. Untuk tau tentang itu semua..
Dia menemui ku.. Ku ceritakan semuanya.. Tapi tidak untuk Dennis.. Dia tak boleh tau..
"Tapi kenapa sha?? Dennis pasti akan bertanya padaku", tanya Davien bingung.
"nggak.. Vien.. Dia nggak boleh tau.. Aku nggak mau dia jadi kepikiran, please... Kalau dia tanya. Jawab saja aku baik-baik saja, aku bahagia disini, dan dia pun akan tenang dengan study nya, aku nggak mau mengganggu konsentrasi kuliahnya vien", jawabq..
Aku kembali menangis di pelukkan Davien..

2 th sudah semenjak kepergian Dennis..

Tanpa ku tau ternyata Davien telah menceritkan semua kejadian yang menimpaku disini dengan caranya sendiri.. Tapi Dennis, pura-pura tak tau apa-apa,,, karena seperti itu pesan Davien padanya..
Siang itu.. Seperti biasa.. Ku habiskan didepan tv.. Ku otak atik laptop ku, melanjutkan novel ku tempo hari.. karena hari ini aku libur.. Ada alwi dan imam yang menemaniku.. Kami larut dalam candaan..

Pim.. Pimm.. (suara klakson mobil) entah siapa..
Ku lihat Pak Karmidi dari jendela..bergegas membukakan pintu.
"ahhh mungkin ayah..", Pikirku..
Aku kembali asyik dengan novel ku..
"Neng, ada yang nyari neng di depan..", Pak Karmidi mengagetkan ku.
"hhhuhh Pak Karmidi ngagetin aja.. Siapa?? Memangnya??", jawab ku..
"Pak Karmidi nggak tau neng.. Lupa nanya namanya.. Hihi", jawab Pak Karmidi pula..
"ye.. Bapak ini.. entar kalo penjahat yang mau nyulik esha gimana??hahahha", celetuk Imam..
"haha.. Mas imam bisa aja.. Nggak lah.. Nggak mungkin kalau mau nyulik neng esha mahh..", jawab Pak Karmidi pula..
"hmmm.. Ya udach iya.. Aku ke depan.. Oiya pak itu tadi bapak dibuatin kopi sama mbak sulis..", lanjut ku..sambil meninggalkan mereka...

Aku seperti kenal sama ini orang", pikir ku dalam hati..
"... Hai..", sapa ku pelan.
Aku terkejut dan ternyata Dennis...
"... Dennis... Huhh.. Kenapa nggak kasih tau sich balik dari australia..jahat, dan kenapa tadii Pak Karmidi????, huhh kalian sekongkol ya", rengek ku kesal.
"hehe.. Aku sengaja mau kasih kamu surprise..", jawab Dennis..
".... Wooyyyy woyy apaan sich rame bener.. Siapa yang datt..enggg si sha", tanya Alwi dan Imam Tiba-tiba.
"Dennis....??? Ini Dennis kan??", tanya imam..
"Yaiyalah brow.. siapa lagi??", jawab Dennis.
"hah kau ini pulang nggak bilang-bilang kan bisa ku jemput pakai helly ku.. Haha", celoteh Imam dengan gayanya.
Kami pun asyik berbincang.. Tak terasa hari sudah mulai sore..

Ting tong.. (suara bel  rumahq)..
Ternyata ayah dan ibu ku yang datang, mereka dari jatim..
"ehhh.. Ada tamu tow,. Ini Dennis ya?? Kapan pulangmu le??", tanya ibu ku..
"iya buk.. Kemarin malem, hehe maaf nggak kasih kabar sebelumnya, soalnya mau kasih surprise ke esha..hehe bapak ibuk apa kabarnya??", jawab Dennis.
".. Ow gitu.. Baik kok.. Baikk", jawab ayah ibu ku..
".. Ooww.. Kalian berdua mestii soko esuk disini.. Belum mandi podo lusuh-lusuh.. Jant tenan kok.. Bujang-bujang podo kesete nemen lho (bujang kok pada males bener)", kata ibu ku sembari menepuk punggung alwi sama imam..
"heehe.. Enjih budhe.. Lha gimana putrine njenengan niki.. minta di tmeni lho.. Ala ke priben yen mboten dikancani (yo gimana kalo nggak ditmenin).. Haha", jawab imam ngeles...
"haiah.. Koe ki mug alesanmu ae kok le.. Le, yaestt ibuk sama ayah tak masuk dulu yo le.. Capek.. Ayo di penakne waelahh yo..", jawab ibu pula sembari meninggalkan ruang tamu.
aku cuma cekikik.an liatnya..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar