About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Selasa, 12 November 2013

Kembalikan Senyumku Tuhan…” Part 2



Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 2

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012

Tanpa berfikir lagi aq ikuti laju mobil Teo, selang beberapa menit kami sampai di area balap motor.
Ku lihat Dennis sedang prepare.. Mungkin beberapa mnit lagi pertandingan akan segera dimulai.
Aku lari mendekati Dennis, ku pegang tangannya, dia melihtku sebentar.. Masih dengan tatapan sedingin 4 hari yang lalu, dilanjutkannya lagi pekerjaannya..."sepertinya dia masih marah padaq", pikirq.
"yank... Aq mohon batalin pertandingan ini, aq nggak mau kamu kenapa -kenapa,,please", kataq lirih.

Dia masih tak menghiraukan sedikitpun perkataanku...
"pleas.. Okey aq tau mungkin kamu mash marah ama aku, aku akan pergi dari sini kalau emang kamu nggak suka aq disini sekarang,, tapi aq mohon.. Aq nggak mau Alex mencelakaimu dengan akal liciknya nanti,, please jangan lanjutkan..", kataq memohon lagi.
Dilihatnya mataku, sambil sesekali membenahi motornya...dia mulai menjawab perkataanku tanpa menatapku,         
"hhh.. Don't cry,, aq dach bilangkan aq paling nggak suka liat kamu nangis???", jawab Dennis masih dengan nada dinginnya.
"ya makannya kamu dengerin aq.. Aq nggak mau kamu kenapa - kenapa... Pleasee..", aq kembali memohon.
Sampai akhirnya dia berhenti, di pegangnya tanganq, diciumnya keningq berulang-ulang,
"liat mataq,, aq nggak akan kenapa- napa, yang ada aku bakal kenapa napa, kalau kamu terus menangis seperti ini.. percayalah.. Aq kan baik - baik saja..", jawabnya meyakinkan.
"tapi... Aq takut perasaanq dari tadi nggak enak..", kataq lagi.
"berhentilah berfikir yang tidak - tidak,,, aq nggak akan kenapa - napa..",jawabnya lagi meyakinkanku..

Di ciumnya lagi keningq, pipiq.. dan dipeluknya aq sangat erat..
Sikapnya membuatq semakin takut, nggak biasanya dy perlakukanq seperti itu,,
Dilepaskannya pelukan dann genggaman tanganq, dia bergegas untuk memacu motornya, dan pertandinganpun dimulai..
aq hanya bisa diam sambil berdoa ditengah kerumunan penonton, berharap tak terjadi apa apa  dengan orang yang sangat qcintai itu... Aku tau Dennis nggak akan segampang itu menghentikan pertandingan hanya karena airmataku.

Sedikitpun tak qpalingkan pandanganq dari tempat dimana motor Dennis melaju dengan kencangnya.
Sampai pada putaran ke2, terdengar suara keras seperti suara motor yang tergelincir, semua mata tertuju ketempat dimana suara itu berasal, begitu juga denganq... "Ya Allah itu suara motor Dennis,, apa yang terjadi dengannya,, "
sambil terus berharap aku berlari menghampiri tempat itu,, berulang kali Teo berusaha mencegahq. Tapi dia tak berhasil, dikejarnya pula aq..
Disana aku lihat motor Dennis yang berantakan.. Parah, aq semakin panik.."mana Dennis,, bagaimana dengannya???",pikirq cemas.
Aq menerobos ke kerumunan orang - orang di pinggir sungai dekat tebing,,, q liht Teo disana.. Diapun sepertinya sedang kebingungan.
"yo.. Mana Dennis yo?? Apa yg terjadi ama dy?? Jawab gw yo... Jawab..!!", kataq memaksa.
Tapi Teo hanya memandangq dengan tatapan kebingungan.. Matanya berkaca kaca..
"dugaan tertuju pada sungai ini mbak, kemungkinan Sdr. Dennis terpental dari motornya dan jatuh ke dasar sungai..", jawab salah 1 petugas yang sedang mengamankan lokasi..
Aku syok benar - benar syok saat itu...
Selang beberapa menit, datang Kak Alfa, Fimel, Alwi, Imam dan Pak Hendra (orang kepercayaan Dennis sejak dia masih kecil).
Kak Alfa mengulurkan tangannya padaq, mencoba menguatkanq,, q pandanginya dari jauh dengan tatapan kosong, hanya cemas yang ada diotakku saat itu,kucoba mengingat-ingat ternyata pelukan dan ciuman Dennis tadi adalah yang terakhir, aq semakin lemas..ku langkahkan kakiku selangkah menuju tempat dimana Kak Alfa berdiri,, tapi ku tak kuat lagi.. Dan aq pingsan.

Beberapa jam kemudian..aku tersadar..

Ku lihat ada Kak Alfa, Alwi, Teo, Imam dan imel.. Semua berkumpul kecuali Dennis, aku kembali memejamkan mata berharap kejadian tadi itu hanya mimpiku,, dan ku buka lagi mataku perlahan tapi..tak juga ku temukan dia.. Hhh aq menangis,,,

Kak Alfa memelukku dia terus berusaha menenangkanku.
"berhentilah menangis adikku sayank.. Jangan seperti ini, Kakak tau kamu sangat mencemaskan Dennis, tapi yang terpenting sekarang adalah kita sama sama berdoa untuk keselamatan dia..", Kak Alfa mencoba menenangkan.
"iya sha,, semua yang disini sama cemasnya sepertimu,, kamu harus kuat, kalau kondisi kamu seperti ini gimana kamu bisa cari Dennis nantinya..", Sahut Imel meyakinkan.
Aku tetap tak bisa tenang,, sudah qtahan tapi airmata ini seakan enggan berhenti.. Aku terus cemas, ku coba untuk terus mengucap doa untuk Dennis, aku berharap dia segera ditemukan.
Di lain tempat kecemasan itu turut dirasakan juga oleh Tante Alya (Mama Dennis),, dia mengerahkan selureh anak buahnya dan tim SAR untuk mencari putra semata wayangnya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar