About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Rabu, 13 November 2013

“Kembalikan Senyumku Tuhan…” Part 6



“Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 6

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012

sejak hari itu, aq dan Davien rajin mengunjungi RS, keadaan Mama Alya berangsur membaik, dan Davien memutuskan untuk membwanya pulang dan dy akan merawatnya di rumah saja.
"kamu yakin vien..lalu bagaimna dengan keluargamu di Ausi???", tanyaq seakan tak percaya.
"ssstt.. Kamu jangan khawatirkan itu sha, mereka sudah tau semuanya, Tante Alya ini sahabat Mami ku, sekaligus orang yang telah membesarkan saudara kembarq, jadi sudah kewajibanq juga untuk merawatnya menggantikan Dennis, karena Dennis adalah bagian dari tubuhq." jawab Davien.

Aq terharu mendengar ucapan Davien itu, spontan aq memeluknya...
"hhh.. Makasih vien,, makasih banget.. Aq tau ini bkn jalan yang paling tepat, tapi setidaknya dengan adanya kamu itu bisa mengembalikan Mama Alya yang dulu.. Karena dy butuh kamu, walaupun...", tak qlanjutkan kata - kataq.
"walaupun.. kita harus bersandiwara..nggak papa sha, demi kebaikan Mama Alya, bukankah dokter tadi juga bilang seperti itu kan, untuk sementara kita seperti ini.. Setidaknya sampai mama alya bener - bener smbuh."jawab Davien meyakinkan.
Aku tersenyum lagi.. sadarq masih dalam pelukan Davien,, kami sama-sama kaget, kulepaskan pelukan Davien... kami salah tingkah,., ckakckkckckck.. ;)

Beberapa bulan kmudian,,

Keadaan Mama Alya benar-benar membaik, ku lihat dia sudah bisa tersenyum lagi, dia juga sudah bisa melanjutkan bisnisnya yang vakum selama 3 th yang lalu, sebenarnya tidak benar-benar vakum karena ada Pak Hendra dan orang-orang kepercayaannya yang lain yang membantu menjaga usahanya selama dia jatuh sakit.
Hari ini dengan di dampingi Davien, mama Alya berniat mengunjungi kantornya.
dan aq memutuskan mampir dulu kerumah Dennis, pikirq sekalian aq pamit soalnya buat beberapa hari kedepan aq ada pengawalan tourist ke Jakarta.
Didalam rumah ku lihat Davien sedang asyik dengan hapenya di meja mkan, dan mama Alya sibuk didapurnya bersama mbok Nah (pengasuh Dennis sejak kecil), ku hampiri mama Alya.
"pagiii Mom.. Mama sudah makan???", sapaq dengan senyum..
" Esha... Sudah nak, mama sudah makan tadi sama Dennis", jawab mama Alya dengan senyum juga.
"Mom, mungkin untuk beberapa hari kedepan aq nggak bisa maen kesini", kataq.
"loh memangnya kamu mau kemana sha??", potong Davien.
"aq ada pengawalan turis Jakarta...", jawabq.
Mama Alya mengangguk, dia tersenyum padaq dan mencium keningq..
"iya, tak apa.. Mama mengerti pekerjaanmu nak, lagi pula kan sekarang Dennis sudah pulang, jadi kamu tak usah mengkhawatirkan mama lagi..", jawab Mama Alya. "Ya sudah mama tinggal ke kamar bentar ya.." Lanjut mama Alya.
Ditinggalkannya aq dengan Davien di meja makan, karena dy akan bersiap-siap untuk pergi kekantor nanti siang.
" sha,, gimana ama Rio, apa dy nggak keberatan dengan sandiwara ini", tanya Rio.
"hm.. loe tenang aja, aku udah ceritain semua ke dy kok, dy juga setuju selama ini buat kebaekan Mama Alya, tapi... Apa mungkin kitat akan terus membohongi mama Alya kayak gini vien??", tanyaq.
"hhuhhh... Iya juga sich sha.. Gimanapun suatu hari nanti semuanya pasti terbongkar.."
tanpa ku sadar ternyata airmataku menetes,, aq terlalu takut kalau kesehatan mama alya akan kembali memburuk..
"sudahlah sha, jangan menangis,,,, kita berdoa aja semoga kesehatan mama alya segera pulih,, bener-bener sembuh..", Davien menenangkan ku,
dihapusnya airmataku.. Ditatapnya aq.. Digenggamnya tanganq..
"don't cry, aq dach bilangkan kamu lebih cantik kalo kamu tersenyum...", katanya lagi.
Aq tersentak.. Kata-kata itu lagi-lagi mengingatkanq ama Dennis, ku lepaskan genggaman tangan Davien.. Aq merasa kalo saat itu dy sudah memperlakukanq sangat berlebihan.
"cukup vien!!! Aq nggak suka kamu ucapin kata-kata itu lagi, dan sikap kamu ke aq barusan, itu hanya mengingatkanq ama Dennis.. seharusnya kamu itu inget kalo kamu itu bukan Dennis... Jadi kamu nggak berhak perlakukanq seperti Dennis memperlakukanq dulu, kamu bisa lakuin itu ke Mama Alya, tapi nggak ama aq!!", teriakku..
entah kenapa aq menjadi begitu emosi.
"tapi.. Sha aq..", jawab Davien kebingungan melihat sikapq.
"cukuuup!!!,, please.. Kamu bukan Dennis.. Kamu bukan Dennisq vien.. Kamu bukan Dennisq yang hilang 3 th yang lalu.."kata itu terus ku ulang sambil berjalan mundur..
Ku terkejut saatq tau ternyata dibelakangq telah berdiri mama Alya..Dia menatapq dengan mata berlinang dan mimik wajak begitu kecewa..
"apa maksud semua ini esha?? kenapa kamu memanggilnya dengan sebutan Davien?? Kenapa kamu bilang dy bukan Dennis'?? Apa maksud kalian melakukan sandiwara ini pada mama sha?? Apa??", mama alya bertanya tanpa henti,,
"ma... Aq..", belum selesai aq berbicara, tamparan mama Alya sudah menderita dipipiq.
"mama kecewa pada kalian berdua!!", bentak mama Alya, dan dy berlari ke kamar.
aq hanya bisa menangis,, aq tak pedulikan keberangkatanq hari ini, ku terus mencoba menjelaskan pada mama Alya, begitu juga dengan Davien..

Sejak hari itu, mama alya menghabiskan waktunya dalam kamar, kondisinya kembali memburuk.. Dia depresi lagi.. Dan aq semakin merasa bersalah atas itu semua, mama Alya sedikitpun tak mau ku sentuh, aq terpukul.. Bahkan tiap Davien ingin mendekat, selalu di cacinya.

Kini ku kembali tersiksa melihat keadaan Mama Alya..
"sha... Jangan menangis,,,,", kata Davien menenangkan.
"aku... Sakit melihat keadaan mama Alya vien, aku udach anggap mama Alya seperti mamaq sendiri,,, ini semua salahq vien.. Hhh", keluhq
"nggak sha,, ini bukan salah kamu atau salah siapapun...ini semua kenyataan yang harus kita hadapi bersama", jawab Davien.
Akhirnya Davien memutuskan untuk mendatangkan mamynya dari australia, dy berharap maminya bisa membantu mengembalikan kepulihan Mama Alya.
Sesampainya dirumah Dennis, Tante Renata (Mami Davien) langsung menghampiri Tante Alya, dia menangis sudah melihat keadaannya sahabatnya itu, disentuhnya muka Tante Alya... Dipandanginya tatapan kosong itu..
"Al... Kamu masih inget padaq kan?? Aq Renata All,, sahabatmu  sejak kecil...", dipegangnya tangan Tante Alya.
Tante Alya hanya diam sambil sesekali melirik padanya...
"alya lihat ini, ini gelang kamu yang kamu kasih ke aq dulu sebagai tanda persahabatan kita...", kata Tante Renata sambil menunjukkan sebuah gelang yang melingkar ditangannya..
Tante Alya masih terdiam, tapi kali ini wajahnya seperti orang yang sedang mengingat sesuatu, tiba-tiba ku lihat matanya mengeluarkan airmata, dia menangis..
"Re.. Renata??? Sahabatku??", tanya Tante Alya sambil mengusap wajah tante Renata.
"iya.. Ini aq Renata All... Aq renata sahabatmu sejak kecil.. Kamu masih ingat padaq bukan??", tante renata mengulang kata- katanya.
Masih dipandanginya wajah Tante Renata, selang beberapa detik.. dipeluknya Tante Renata..dy terus menangis terisak dipelukan Tante Renata.
Ternyata benar,, kedatangan Tante Renata berdampak positif bagi kesehatan Tante Alya,, semakin hari keadaannya berangsur pulih..
Hari ini qlihat Mama Alya sudah mau bercerita pada Tante Renata..
" Ren.. Maafin aq,, aq nggak bisa menjaga putramu dengan baek..dan akhirnya dy meninggalkan kita semua", Tante Alya menangis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar