About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Jumat, 15 November 2013

Kembalikan Senyumku Tuhan Part 7



“Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 7

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012

"ssst... Berhenti bicara seperti itu Al,,, ini semua bukan salahmu atau siapapun,, melainkan ini semua dech jadi ketentuan Takdir Tuhan yang harus kita terima,," jawab Tante Renata.
"Tapi... Andai saja aku meluangkan banyak waktu untuknya dulu,, mungkin dia takkan balapan liar seperti itu..", sahut Tante Alya lagi
"sudahlah Al,, tak ada yang perlu disesali,, kalau memang kamu menyayanginya, bangkitlah Al.. Jangan siksa dirimu seperti ini,, kamu harus kuat, aku yakin dia nggak akan bahagia kalau dia melihatmu seperti ini", Jawab Tante Renata mencoba meyakinkan.
Mendengar kata-kata Tante Renata sekarang,membuatku semakin sadar kalau selama ini pun aq masih belum bisa terima kenyataan kalau Dennis itu memang sudah tiada,, tapi aq berharap kata-kata Tante Renata barusan itu juga bisa mengembalikan lagi semangat Mama Alya yang dulu..

Hari berganti hari,, ku lihat keadaan Mama Alya semakin membaik,, dan dokter menyatakan dia sudah sembuh, kami semua senang mendengarnya.
Dan sejak hari itu Mama Alya menganggapku anaknya sendiri, tadinya dia berniat menjodohkanku dengan Davien, sebagai pengganti Dennis.
"Sayank... Mama ingin melihatmu juga bahagia, Mama tau gimana sakitnya dirimu saat Dennis meninggalkanmu..", Mama Alya memulai pembicaraannya.
"maksud mama??", tanyaku kebingungan, aku semakin tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh mama Alya.
"kamu mau, mama jodohkan dengan Davien, sebagai ganti Dennis..", jawab mama Alya dengan polosnya.
"(aq tersenyum)...ma, selamanya nggak akan ada yang bisa menggantikan tempat Dennis dihatiku, sekalipun aku menikah Entah dengan siapa nanti, aq mengerti maksud mama, Davien pun juga bukan pria yang buruk, dia sangat baek tapi kedekatan kami selama ini hanya sebatas sahabat ma, dan.. Aku sudah punya tunangan ma...", aku tolak dengan halus.   
"maaf kan mama sayank, mama nggak bermaksud mencampuri kehidupanmu, mama hanya takut kau pun meninggalkan mama jika nanti kau menikah dengan orang lain..", jawabnya cemas.
"sssttt.. Mama ngomong apa sich?? Aku nggak akan pernah ninggalin mama.. Selamanya mama akan tetep jadi mamaku.", kupeluk mama Alya agar dia lebih tenang.

Seperti biasanya aku kembali menjalani rutinitasku,, Rio di Jakarta, dan aku hanya bisa merindukannya seperti biasa karena jarak yang memisahkan kami.
Ku lihat ada mobil sedan merah marun masuk ke halaman rumahku..
"mobil siapa???", pikirq.
Ku lihat ada seorang cewek keluar dari mobil itu, dan cowok..
Aku seperti tak asing dengan pria itu.. Tapi siapa??, pikirq..
Kembali ku lihat... Hhh.. Davien.. tapi siapa perempuan itu??", pikirq..      
mereka masuk ke halaman rumahku dan terdengar bel rumahku berbunyi.
"hay sha... ", sapa davien.
"Davien???... Masuk yuk, oiya siapa tue???", tanyaku sambil melirik cewek yang dari tadi berdiri desampingnya.
"heheheh... Kenalin ini Rasya Sepupuku.. Anak om ku yang di Australia juga", jawab Davien sambil tersenyum.
"sepupu apa sepupu??", godaq.
"eh.. duduk dunk, mau minum apa ini??", tanyaku.
"apa aja dech sha.. ", jawab Davien lagi.

Berjam-jam kami berbincang, lebih tepatnya membicarakan tentang Dennis.
"sebenernya aku punya berita yang bener-bener membahagiakan buat loe dan semuanya, sha", sahut Davien mengejutkanku.
"apaan tue??",tanyaku semakin penasaran soalnya memang dari tadi pembicaraan Davien terkesan begitu berbelit-belit..
"mmmm... Kasih tau nggak yach?? Hahahaha, nggak usah dech besok aja tepat di hari ultah kamu sha, biar lebih special", jawab Davien semakin membuatku penasaran.
"huhhhh... Apaan weh, ayolah kasih tau dunk", rengekku
"nggak, pokoknya sabar aja dech", jawab Davien lagi.
Sedangkan Rasya yang tadi hanya diam, dia pun ikut tertawa melihatku kebingungan dan penasaran.
"ya udach dech, jadi kalian kesini sama mau bilang.."kasih tau nggak ya".....", jawabku kesal.
Melihatku melipat mukaku Davien dan Rasya pun semakin geli.. Mereka semakin menertawakanku.
Mereka terus menggodaku, dan tak terasa sudah 3 jam kami berbincang, dan Davien pun memutuskan untuk pamit pulang tanpa meninggalkan jawaban.

Dan aku semakin kesal, karena dibuat penasaran...hmmm tapi ya sudahlah, ultah ku kan 2 hari lagi, bukan waktu yang lama untuk  ku menunggu waktu itu tiba..", pikirq.

2 hari kemudian, tepat di hari ultah ku yang ke 23 tahun.
"met ultah ya sha, moga sehat slalu", kata teman-temanku yang dateng di acara pesta ultah ku malam ini.
Tapi pandanganku terus ku arahkan keseluruh sudut taman, aku mencari dimana Rio?? Huh.. Kenapa udah jam segini kamu belum dateng juga sich yank???", pikirku cemass.

Di lain tempat pun ku lihat ada Davien dengan jas putihnya.. Tapi mana Rasya,, bukankah kemarin Rasyapun ku undang",pikirku.
"Hai.. Vien, kamu sendirian??", tanya ku.
"iya sha,, Rasya katanya entar nyusul, oiya.. Met ultah ya sha", jawab Davien dengan senyum manisnya.
"kamu nungguin siapa sich sha kok dari tadi clingak clinguk gitu??dan.. Mana Rio??", tanya Davien.
"hmmm.. Ya itu dia, dari tadi aku juga nungguin Rio, kemana coba jam segini belom dateng-dateng, dia bilang kalau dia dech sampai Jogja dia bakal langsung ke sini kok, hhhh mana handphonenya nggak aktif pula, bikin cemas aja", jawabku semakin cemas.
"sabar sha... Mungkin dia masih dijalan, kita tunggu aja sambil nungguin Rasya juga", jawab Davien mencoba menenangkanku.
"oiya sha, aku permisi ke toilet bentar ya.. Kebelet nie.. Heehehhe", lanjut Davien lagi.
Aku hanya diam sambil  angguk-anggukin kepalaku.

Beberapa menit kemudian, acaraku dimulai.. Tapi tak ku lihat juga Rio, hanya ada papa mama dan kak Rani bersama suami dan Dio anaknya (keluarga Rio).
"sha.. Gimana ni, mau dimulai kapan?? Nggak enak tu tamu-tamu udach pada nunggu", tanya Imel.
"bentar lagi ya mel.. Aku nunggu Rio", jawabku dengan raut muka cemas.
Ku berlari ke arah tempat dimana keluarga Rio berdiri, berharap dapat jawaban dimana Rio sekarang.   
"om.. Tante, ada yang tau dimana Rio nggak?? Soalnya dari tadi Esha coba hubungin hapenya nggak aktif-aktif", tanyaku.
"hhmm.. Oiya om tante sampai lupa sha nyampein ke kamu,saking asyiknya ngbrol sama kakak kamu ni.. Hhahahha", jawab mereka.
"ada apa memangnya om.. Tante??", tanyaq lagi.
"Rio nggak bisa pulang malem ini sha, soalnya dia ada meeting mendadak sama kliennya, dan bosnya tak memberinya cuti malam ini, mungkin besok dia baru bisa pulang.. Tadi dia titip pesan dan bilang maaf kalau dia nggak bisa kabarin kamu langsung", jawab mama Rio.
Aku benar-benar kecewa, aku kesal..setiap ultah ku dia nggak pernah bisa temenin aku, ini untuk yang ke 2 kalinya dia nggak bisa ada disampingku di hari ultah ku.
Ku tinggalkan mereka, ku hampiri Imel..

"loe.. Kenapa sha?? Kok kusut gitu muka loe??", tanya Imel meledekq.
"hhhm.. Mulai aja acaranya, nggak ada yang perlu aku tunggu lagi", jawabku ketus.
"Aq BeTe malem ini,, ini ke 2 kalinya dia nggak ada disampingku disaat ku butuh dia dihari pentingku kayak gini...", jawabq kesal.
"maksud loe, Rio nggak bisa dateng lagi", tanya Imel antusias.
"iya!!!", jawabq lagi. Rasanya aku udah nggak punya semangat lagi buat ngrayain ultah ku malam ini, kataku Sambil nangis.
"huhu.. Ya udach jangan cemberut gitu ah, percuma kali loe udah dandan secantik ini, ini kan pesta loe, loe harus semangat sha", kata Imel memberiku semangat.

Kami pun memulai acaraku. Ku tiup lilinku, entah kenapa  kurasa airmataku menetes. Dalam hati,"Ya Allah hamba hanya ingin yang terbaik untuk hidupku di hari esok".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar