About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Jumat, 15 November 2013

“Kembalikan Senyumku Tuhan…” Part 9



“Kembalikan Senyumku Tuhan…”
Part 9

Karya : Elsha Ms
Dibuat : Desember 2012


"Mama... Ma Dennis sama Davien mana??", tanyaq panik pada Mama Dennis.
        "Mereka sudah berangkat ke airport 5 menit yang lalu sayank, memangnya Davien tak mengabarimu??", tanya Tante Alya.
       "ya udah ya ma, entar esha critain, sekarang esha mau susul mereka dulu", jawabku sambil berlari.
        Ku pacu lagi mobilku menuju airport, aq nggak mau terlambat sampai disana.
Tapi tiba- ada motor melaju cepat dari arah berlawanan, dan sepertinya dia mau putar balik... Aku kehilangan keseimbangan ku dan aku panik, ku arahkan mobil ku ke sebuah pohon dipinggir jalan untuk menghindari tabrakan, sampai akhirnya mobil ku menabrak pohon besar dipinggir jalan itu,..
        Ku lihat samar-samar banyak orang mendekati mobil ku,,ku rasakan darah mengucur deras dari kepala ku dan setelah itu  ku tak ingat apa-apa lagi,, aku tak sadarkan diri.
Ku buka mataku, ku rasakan sakit di kepala ku, dank u lihat sekeliling ku entah itu Davien atau Dennis, pandangan ku serasa masih kabur.
"aq dimana??", Tanya ku lemah.
"kamu di Rs sha, bapak ini yang tadi membawamu kesini, dan dia juga yang memberi tahu ku dan Davien melalui hapemu, kata bapak ini mobilmu tadi menabrak pohon." kata Dennis menjelaskan sambil menunjuk seseorang pria yang berdiri disampingnya.
Aku sadar ternyata itu Dennis, ku pandangi lagi raut muka itu, perlahan ku gerakkan tangan ku, ku sentuh wajahnya..
"kamu Dennis,,", Tanya ku
"menurutmu???", jawab Dennis masih dengan raut cemasnya.
Aku mulai memandanginya lagi... ku dekati wajah itu perlahan, ku lihat matanya semakin berkaca dan dia menangis.
"kamu??? Jangan menangis", sahut ku sambil mengusap airmata dipipinya.
"ekhem..mas.. Mbak, kalau begitu saya permisi dulu ya, mbak.e semoga lekas sembuh ya..", sela bapak tadi.
"ohh.. Iya pak, makasih atas bantuannya ya pak, saya nggak tau entah apa yang akan terjadi pada teman saya kalau  nggak ada bapak dan yang lainnya tadi, sekali lagi makasih ya pak.", jawab Dennis, ku sambut dengan senyum juga.

Lagi-lagi ku mulai memasati satu persatu lekuk wajah itu untuk memastikan bahwa itu benar-benar Dennis.
Semakin ku lihat matanya, semakin ku ingin memeluknya.
Dia menatap ku dengan tatapan lembut, selembut tatapan Dennis dulu.. dan aku menangis, ku peluk dia.
"Dennis...", kata ku lirih.
"sekarang kamu percaya kan?? Kamu dach yakin kan kalau aku ini Dennis?? sini, kamu pegang telinga ku..", jawab Dennis, dituntunnya tangan ku kearah telinga bagian belakang.
Ku rasakan ada benjolan yang cukup besar di bagian itu.. dan aku kembali menangis, aku ingat Dennis memang punya tai lalat di telinga kirinya,, "Ya Tuhan mengapa kemarin ku tak terfikirkan akan hal itu..", pikir ku.
"kamu bener-bener Dennis ku yang hilang dulu?? Kamu beneran Dennis ku kan,, aku nggak sedang bermimpi bukan??", tanyaku seakan masih tak percaya.
Dia hanya menangis dan langsung memelukku.
"iya.. ini aku,, bener-bener Dennismu..aku udah kembali", jawabnya.
"lalu kenapa kamu nggak pernah cari aku selama ini?? Kenapa baru sekarang setelah bertahun-tahun lamanya kamu tinggalin aku?? Kenapa kamu baru muncul setelah aku berusaha mati-matian untuk yakinin diriku kalau aku harus bisa tanpa kamu nies???", tanyaku bertubi
"maafin aku... Aku tau aku emang salah, kepergianku membuat susah semua orang, tapi sampi selama itupun bukan karena mau ku,...", jawab Dennis.
Aku hanya memandanginya masih dengan wajah penuh tanya....
"selama 3 th setelah kecalakaan itu aku koma sha, bertahun-tahun hidup ku ditopang dengan peralatan-peralatan kedokteran, kata dokter dan orang yang menyelamatkan ku, saat itu hampir 80% dari sistem saraf motoric ku rusak, dan kalaupun aku bisa sadar dari koma ku kemungkinan besar aku bakal mengalami kelumpuhan dan mungkin bisa menyebabkan ku idiot, sampai pada saatnya aku sadar dari koma ku, dan apa yang dikatakan dokter itu benar, aku lumpuh.. Aku tak bisa menggerakkan seluruh anggota tubuh ku, bahkan untuk bicarapun aku tak mampu, di tambah lagi aku mengalami amnesia semi permanen... Dokter mengatakan untung aku tak mengalami ke idiotan, hanya amnesia semi permanen.. Selama 2 th Shinta merawat ku dengan tulus", sahut dennis menceritakan semuanya.
"siapa Shinta???", Tanya ku.
"shinta itu, anak Pak Danu, orang yang telah menemukan ku, Pak Danu adalah seorang arsitek, dia menemukan ku di hulu sungai daerah bandung sha, saat itu dia sedang mengerjakan sebuah proyek, shinta lah yang setia merawat ku selama bertahun-tahun", jawab Dennis lagi.
"apa dia cantik..??", Tanya ku (huh, entah setan apa yang lewat sehingga membuat ku terfikir menanyakan hal tak penting itu).
Dennis tersenyum mendengar pertanyaan ku...
"kok.. Malah senyam senyum sich, ada yang salah ya dari pertanyaan ku barusan???", rengek ku.
"hmm... Maunya aku jawab apa??", jawab Dennis dengan senyumnya lagi..
"huh... Ya udach nggak usah dijawab, maaf kalau pertanyaanku berlebihan", jawab ku sebel.

Dia semakin geli melihat raut muka ku, dicubitnya hidung ku seperti biasanya, kami larut dalam candaan... dan tanpa kami sadari aku mulai nyaman dalam pelukannya..
Entah kenapa aku merasa sangat nyaman kali itu, mungkin karena aku terlalu merindukannya, kami melupakan status kami karena rasa rindu yang tak bisa lagi terbendung, dia terus memelukku dengan erat, kami tak pedulikan siapapun, ku rasakan ternyata aku memang masih begitu mencintainya..
Dennis memandangi ku penuh dengan kelembutan..
"aku.. Boleh tanya sesuatu??", tanya Dennis.
"hmmm.. Boleh nggak yach??", jawab ku meledeknya.
"huhuhh.. Boleh yach.. Boleh donk,, ya ya yach", rengek Dennis.
"iya iya.. Mau tanya apa buruan..", tanyaku.
dia menatap ku, senyam senyum nggak jelas..
"ye.. Malah senyam senyum,, apaan buruan mumpung aku belum berubah fikiran", sahut ku lagi.
"kamu.. Masih mencintai ku???", tanya Dennis antusias.
Aku terkejut mendengar pertanyaan itu..

"Ya Tuhan aku harus jawab apa, kalau aku sendiripun bingung.. Aku nggak tau apa yang sekarang aku rasain, yang aku tau aku hanya merasa masih sangat nyaman berada dalam peluknnya", pikirq.
"door..!! Malah diem,, hmm..?? Bingung yach.. Hahahhahaha", kata Dennis mengejutkan ku.
"hu.uhhh... aku nggak bisa ja..wab..",kata ku bingung.
Dennis kembali memandangi ku, dan dia tersenyum..
"hehehhe.. Udahlah aku cuma pengen liat expresi kamu kaliex", jawabnya terkekeh.

2 bulan kemudian...

Tlulut...tluluuuuttt (dering ponsel ku).
"ya hallo,, ini siapa yach??", Tanya ku.
"ehmm.. Tebak dech.. Coba siapa aku??", goda orang itu.
"hhhh.. Kenapa ganti nomor???", teriak ku sadar ternyata itu Rio.
"aduuh ketahuan dech..heheheehe, ampun yank..", jawab Rio.
"kemana aja kamu berhari-hari nggak ada kabar, sms pun nggak sempet", Tanya ku kesal.
"hehehehe.. Maaf yank, aq ada rapat klien 3 hari di Bandung, dan boss melarang ku menghidupkan ponsel", jawab Rio menjelaskan.
"halah.. Itu bukan alasan, kalau emang kamu gitu, setidaknya kamu bisa kasih kabar dulu kan sebelum kamu berangkat, minimal titip pesen gitu ke mbak Rani,, kenapa sich kamu nggak pernah ngerti kalau hubungan kita ini bukan perkara mudah,,nggak gampang tauk aku disini menahan kesal tiap kamu tiba-tiba nggak ada kabar gini, kapan kamu mau pulang???", bentak ku bertubi,,
"iya dech iya..maaf yank, aku tau aku salah...tapi jangan ngambek tow..maaf,, aku usahain buat nggak ulangin lagi... Please maafin aku..", rengek Rio pada ku.
"hhhh.. Kali ini untuk kesekian kali aku maafin, tapi jangan lupa kalau sabar ku ada batasnya..", jawab ku masih kesal.
"makasih yank.. Muach muach.. Eh.. Udah jam 9 ini, entar aku telp lagi yach, aku berangkat kerja dulu", sahut Rio lagi.
"he.hemt, jangan nakal.. kalau kerja hati-hati", jawab ku.
"iya cyank..kamu juga jangan nakal yach.. Muach.. Love you..", kata Rio.
"love u too..", jawab ku.

Aku pun bergegas ke kamar mandi, karena hari ini aku ada tour guide ke semarang..
Selesai mandi dibantu mbak sulis aq beresi pakaian yang akan aq bawa siang ini..
Tiba-tiba ponsel ku bergetar.. Ada pesan masuk..
"sha,, bisa temenin aku ditaman nggak hari ini??", tanya Dennis.
"hhhmm.. Maaf nies, aq nggak bisa, karena selama 3 hari kedepan aku ada tour guide ke semarang.. Maaf yach..", jawab ku.
"ow... It's ok..no problem.. Tapi boleh kan aku anterin kamu ke tempet kerjaan???", balasnya lagi.
"hmmm.. Yup's, kenapa tidak.. Boleh-boleh aja, aku berangkat jam 8 dari rumah..", balas ku pula.
"ok.. :)", balasnya.
1 jam kmudian, jam ku menunjukkan pukul 7.00 WIB.

Ku dengar ada suara klakson mobil di depan gerbang rumah ku, ku lihat dari jendela kamar ku.. OMG.. Ini jam berapa kok Dennis dech nyampe,, hmm jant tue orang..", pikirq.
"Ini.. Mas Dennis apa Mas Davien yach.. Hehehhe", tanya pak Karmidi (satpam dirumah ku).
"Dennis pak karmidi yang ganteng... Daviennya udah balik ke Australia 2 bulan yang lalu", jawab Dennis dengan candaannya.
"hahahaha.. Mas Dennis bisa aja, kalau ini saya baru percaya kalau ini mas Dennis, soalnya yabg bilang saya ganteng ya cuma Mas Dennis..hehehhe", jawab Pak Karmidi terkekeh.
"mau jemput neng Esha ya mas,,??", tanyanya lagi.
"iya pak", jawab Dennis.
"ya udah.. Sok atuh.. Masuk saja mungkin neng esha nya masih beres-beres..", sahut pak Karmidi.

Dennis memarkirkan mobilnya dan bergegas masuk ke rumah..
"Eh.. Mas Dennis,, mbak esha.nya kayak nya belum selesai tu mas.. Apa perlu saya panggilkan dulu mas??", tanya mbak sulis.
"Nggak usah mbak.. Saya tunggu disini aja, biar dia nggak terburu-buru, baru jam segini juga, saya yang kepagian.. Hehhehe", jawab Dennis..
"mb,,, mb sulis..mana jaket merah aku yang biasanya itu??" teriak ku dari kejauhan.
"iya mbak, bentar...", teriak mbak sulis pula.
"tu.. Mbak dia udah teriak-teriak..hehehhe", goda Dennis pula.
"iya mass.. Ya sudah saya mau ambilin jaketnya dulu ya mas, sekalian entar saya kasih tau mbak esha.nya juga..", sahut mbak Sulis.
"he.emt.. Iya mbak", jawab Dennis.
Mbak sulis meninggalkan Dennis diruang tamu, dan bergegas ke ruang seterika untuk mengambil jaket ku.         

Selang beberapa menit dia sudah sampai dikamar ku..
"ini mbak jaketnya, udah mbak seterikain juga, oiya mbak.. Mas Dennis udah ada di depan..", kata mbak Sulis..
"hmm.. Iya, aku dah tau kok mbak, apa kata dia??", Tanya ku.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar