About Me...

Foto saya

I'm Rukhster... :)

"Succes is not a good teacher. Failure makes you humble"_SRK

"
Succes and failure are both part of life. Both are not permanent"_Shah Rukh Khan.

Selasa, 12 November 2013

Setapak Jalan Berliku Berujung Pelik Part 2



PART 2

Hhhh…. Menetes lah airmata bang Kelvin,,, tanpa berkata apapun di peluknya Reva….
Rhein pun yakin abangnya itu sudah mendengar semua pembicaraan mereka dari tadi…. Dia bisa merasakan kesedihan kakaknya sekarang.

“….kenapa kamu nggak pernah kasih tahu kakak Rev???” sudah tak begitu pentingnya kah kakak dimatamu sampai-sampai hal sepenting itu pun kamu rahasiakan padaku???”, Tanya Bang Kelvin,
Bertubi pertanyaan keluar dari mulut Bang Kelvin, karena dia ingin dapat penjelasan dari Reva, dan memang sampai detik ini Bang Kelvin pun masih sangat mencintai Reva.
Reva hanya bisa terdiam dan menangis di pelukan bang Kelvin… nafasnya tak terdengar jelas lagi… karena airmatanya yang dari tadi tak mau berhenti,,,
begitu juga dengan Rhein dan Dyna pun seakan ikut terharu melihatnya.

Keberangkatan Rhein dan Bang Kelvinpun akhirnya di tunda…
Sampai esok hari…reva merengek untuk ikut bang Kelvin naik gunung pagi ini,,,,
Tapi Bang Kelvin menolaknya, bang Kelvin mengkhawatirkan kondisinya.
Diantarkannya Reva ke rumahnya, sekalian dia pun ingin bertemu dengan orang tua Reva, karena memang mereka sudah lama tak bertemu.
Orang tua Reva sejak dulu sudah menyetujui hubungan mereka, makanya mereka menyetujui permintaan anak semata wayangnya itu untuk pindah ke Bogor kemarin, mereka pun ikut menjelaskan permasalahan yang sebenarnya pada bang Kelvin.

Sepulangnya dari rumah reva, Bang Kelvin kembali mengepak barang barangnya bersama Rhein, karena hari ini Pak mahmud sedang ijin pulang ke kampungnya.
Biasanya Dyna dan Dimas nggak mau ketinggalan setiap mereka mau pergi pendakian, tapi entah ada apa dengan Dyna hari ini, dy tak ada kabar… jadi hanya Dimas, Alwi, dan Kak Renata lah yang ikutan…
Dimas, dan Alwi itu teman dekat Rhein juga selain dyna, sedangkan kak Renata itu teman sekampus bang Kelvin, tapi sudah dianggap kakak sendiri oleh rhein….

Seperti biasanya mereka berangkat dengan perlengkapan yang sudah dipersiapkan, tak lupa mereka periksa semua kondisi mobil, agar tak terjadi hal yang tak diinginkan dalam perjalanan nanti, karena biasanya medan yang akan mereka lewati nantinya cenderung medan-medan berat yang jalannya curam serta bebatuan.
Rencananya 3 hari mereka camping, tapi sesampai disana ternyata banyak sekali hambatan yang mereka dapet, dari yang mobil tiba tiba mogok lah, kehabisan persedian airlah… ternyata bang Kelvin belum sempat survey lokasi…
 “huhhh…. Bang Kelvin ini, gimana bisa lupa hunting lokasi sih Bang??? Lo gini critanya gimana coba?? Bisa-bisa qt terjebak berhari-hari di sini,, untung aja kita belum sampai lokasi, baru setengah perjalanan menuju puncak…” keluh Rhein.
11.
Kayak biasanya Rhein pasang muka manyunnya,…..
Untung ada Alwi.. dia anak Mekanik. Jadi selama mobil mogok dia lah yang benerin mobilnya. Cukup lama mereka menunggu sampai mobil bener-bener kelar di garap sama Alwi, hampir 2 jam.
“mana hari udah mulai gelap…” pikir Rhein dan Kak Rena.
Terpaksa mereka melanjutkan perjalan esok hari sekalian nunggu mesin mobil biar dingin dulu.

Mereka bergantian untuk jaga malam, selang 2 jam mereka bergantian.
Tepat di giliran Rhein dan Alwi yang jaga… yang lain gantian tidur.. Alwi melihat ada bayangan berkelibatdari kaca spion, ditolehnya ke belakang… tapi tak ada apa-apa,
“Ahh… paling hanya perasaan gw aja,” pikirnya…
Tapi kali ini, Rhein pun melihatnya, “…lo liat gak al, tadi yang lewat…???” Tanya rhein mulai cemas.
“ya…aku juga lihat tapi entah apa tak jelas…” jawab Alwi.
Tiba-tiba bulu kuduk mereka menjadi merinding, karena tempat mereka beristirahat saat itu benar-benar sepi… bayangin aja di tengah hutan menuju gunung jookkk!!!!”
Apapun bisa muncul dan terjadi tiba-tiba kalau kita nggak waspada.
“Ahh… sudah lah Al,,, mungkin hanya bayangan biasa,” kata Rhein mencoba menenangkan suasana.
“hmmm…ya semoga saja”, jawab Alwi…
Tiba-tiba mereka di kejutkan oleh suara…“Sroaakkkkk!!!!”, dari arah sebelah sana, tepat di belakang mobil.
Terkejutlah mereka….
Rhein semakin waspada, dengan belati yang biasa dia bawa kalau lagi pendakian….buat jaga-jaga kalau-kalau itu binatang buas pikirnya…

Saat mata mereka tertuju pada suara tadi… tiba-tiba mereka di kejutkan oleh segerombolan orang-orang bersarung di kepala(seperti ninja)
Langsunglah mereka bersiap…karena mereka yakin mungkin ini yang tadi di ceritakan oleh penduduk kampung sebelah tentang perampok yang dijuluki “bajing loncat” oleh orang-orang.
Alwi langsung membangunkan Bang Kelvin dan yang lainnya..

Rhein dengan berani keluar dari mobil…di hempasnya todongan belati salah satu dari perampok itu…dengan tendangannya.
Keluar pula Dimas, alwi dan Bang Kelvin dari dalam mobil membantunya….
Untung mereka adalah anak-anak taekwondo, kecuali Alwi… diapunya Karate dan sedikit jurus silat yang di ajarkan oleh ayahnya. daN itu sangat membantu Rhein melawan penjahat-penjahat itu.
Perampok-perampok itu kualahan menghadapi mereka ber-3, kak Renata n Rhein tertawa terkekeh-kekeh melihat pimpinan mereka lari terbirit-birit karena pukulan dari Alwi dan Bang Kelvin.

Tak terasa hari sudah mulai pagi lagi,,, terlihat terik matahari dari balik dedauan hutan yang rindang, mereka melanjutkan perjalanan.

Singkat cerita,,,,pendakian selesai.Mereka melanjutkan perjalan pulang, untungnya tak ada hambatan yang berarti.

Sampai di rumah Bang Kelvin di kejutkan dengan kabar dari Ayah Reva, Beliau bilang Reva masuk RS lagi, kondisinya kritis.
Pergilah mereka ke RS, rasa capek tak lagi di hiraukan oleh Bang Kelvin, semua rasa itu tertutup oleh rasa cemasnya melihat kondisi reva.
Begitu juga dengan rhein.
Sampai beberapa jam berlalu mereka diluar melihat Reva, yang sedang di tangani para medis. Dokter keluar memberitahu kalo Reva sudah lewat dari masa kritisnya, dan dia sudah bisa di jenguk.
Terlihat binar kelegaan dari wajah Bang Kevin begitu juga dengan orang tua Reva…

Hari ini Rhein masuk sekolah, dan Bang Kelvin sibuk merawat Reva di Rs.
“ma…pa… Rhein berangkat sekolah dulu ya… J,” kata rhein sambil menyium papa mamanya setelah dia menghabiskan telur rebus dan susunya seperti biasa.
“….iya nak, oiya papa liat sikapmu manis banget beberapa hari ini, Rhein, hayow ada apa???”, ledek papanya.
“…habis di tembak cowok mungkin pa…”, timpal mamanya pula.
 “….hehehehhe,,, gak ada apa apa kok pah… papa mama ini ada2 aja..” jawab Rhein tersenyum malu.
“ya udah pa ma… Rhein berangkat dulu yach… da telat ne… daa pa daa maa…” jawab rhein berlari keluar.
Di pacu nya mobil sedannya dengan kencang kek biasanya.
Di parkiran sekolah dy bertemu dengan Raffi… ya,,, itulah anak IPA 2,,, mantan rhein waktu di kelas 2 dulu.
(mobil mereka bersandingan)…
“hay… Rhein”, sapa Raffi… dengan senyum manisnya.
Karena suasana hati Rhein lagi bagus… dijawabnya pula dengan senyum manis…”
“ehh… loe ffi… kemana aja ne gak nah keliatan”, jawab Rhein.
Raffi keluar dari mobilnya..setelah dy parkirkan mobilnya, begitu juga dengan rhein.
“….hahahahha, ada-ada loe Rhein, gw disini-sini aja dech perasaan, loe tu yang kemana, jarang masuk skul… penyakit lama tau gx…”, jawab Raffi.
“…uhh sialan lue…hehehehe”, jawab Rhein malu.
“oiya.. denger-denger kemarin loe habis naik gunung yach… ke lahat yach???”, raffi melanjutkan pertanyaannya…
“….hmmm… iya, ehh… cerita2nya lanjut di sana aja yach….sambil dudukan, coz aq juga sambil mau nylesein novelq..mumpung moodq ge bagus…gimana???”, ajak Rhein
“+…hmmm ok, ayuk…”, jawab Raffi pula.
Obrolan mereka berlanjut sampe bel masuk berbunyi.

Didalam kelas, Rhein clingak-clinguk nyariiin Dyna, dilihatnya bangku sebelahnya masih kosong.
Dalam hatinya… “kemana tu anak yach???, kok jam segeni lom nongol juga”.
“…nyariin Dyna ya Rhein???”, Tanya teman di sebelahnya.
“…he.emt ne… dy kemana???”, jawab rhein penasaran.
“2 hari dyna gak masuk coz sakit… mang kamu gak tau yah???”, jawab temannya tadi.
“….apaaa?!!!... 2hari dy gak masuk?? Aq beneran gak tau, coz maren aq ru balik dari naik gunung Des…”, jawab Rhein lagi.
14.






“Hmmmm… pantes aja tu anak gak ada kabarnya, smz gak telp juga gak,,,,”, pikir Rhein.

Pulang sekolah Rhein langsung pergi ke kost.an Dyna, wat mastiin dy sakit apa, kasihan kan dy disini gak ada siapa2, ortunya di Bandung semua.
…..tok tok tok!!!!! (suara pintu di ketok)
“..Dyn…. Dyna…. U di dalem kan???”, seru rhein dari luar.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar